Pengadaan Penerangan Jalan Bertenaga Surya (Matahari) Di Jalan Pedesaan Lampung Timur

Monday, May 5, 2014

Pengadaan Penerangan Jalan Bertenaga Surya (Matahari) Di Jalan Pedesaan Lampung Timur


Saya mempunyai ide untuk membuat lampu penerangan jalan di pedesaan. Alasan saya memiliki ide seperti itu adalah, karena saya bertempat tinggal di sebuah desa Toto Harjo, Kec. Purbolinggo, Lampung Timur. Jalan yang menuju ke Purbolinggo, terutama dari dan arah Kota Metro minimnya lampu jalan yang ada di wilayah tersebut, khusunya di kawasan Purbolinggo itu sendiri.  

Lampu jalan tenaga surya ini tidak perlu adanya suplai dari listrik PLN. Dan hanya mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik. Lampu bertanga surya dapat dikatakan lampu yang ramah energi kenapa bisa di katakan seperti itu? Karena tidak perlu adanya bahan bakar untuk menyalakan lampu tersebut dan mengambil energi yang tak terbatas dari matahari yang menghsilkan energi listrik tentunya. Lampu ini akan otomatis hidup di sore hari dan mati ketika pagi hari, sama seperti lampu jalan pada umumnya. Tentunya lampu ini tidak akan mati jika terjadi gangguan (maintenance) dari PLN atau BlackOut tidak akan mempengaruhi lampu surya tersebut, dan tidak memerlukan kabel kabel penguhung dari PLN untuk menyalakannya. Ada beberapa alasan yang mendasari diperlukannya lampu jalan tersebut, yaitu ;

      1.  Tindak kejahatan / kriminalitas di daerah tersebut
      2.  Jalanan yang rusak, dan meminimalisir tingkat kecelakaan

Jalan milik Pemerintah Kabupaten tersebut kurang diperhatikan, baik kondisi jalan, kualitas jalan, ataupun marka dan penerangan jalan. Yang Pertama adalah tindak kejahatan dan kriminalitas di daerah, situasi ini tentunya membuat masyarakat sekitar kurang bebas ketika berpergian ketika malam hari, terutama di atas jam 20.00 WIB, saya sendiri pernah merasakan ketika keluar di malam hari lebih dari jam tersebut, jalanan sepi dan membuat saya takut, karena jalanan yang gelap dan kurangnya rumah di sekitar jalan tersebut, apalagi ketika melewati lahan kosong, perkebunan, sawah, dan juga pohon – pohon besar di pinggiran jalan yang dapat menimbulkan adanya kejahatan di daerah tersebut, pembegalan, premanisme. Sayapun pernah diberhentikan sekelompok premanisme di jalan, syukurlah kondisi jalan ramai saat itu, dan dia hanya meminta uang ke saya, saya langsung memberi uang apa adanya yang ada di saku saya. Itulah sebabnya perlu adanya penerangan jalan yang cukup.

Yang kedua adalah jalanan yang rusak dan meminimalisir tingkat kecelakaan terutama pada malam hari. Kondisi jalan yang rusak itulah penyebab timbulnya berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat sekitar desa. Tentunya dengan kondisi jalan tersebut dan tidak adanya penerangan jalan yang cukup, membuat pengendara jalan raya harus berhati – hati dengan jalan yang bergelombang, dan berlubang serta minimnya marka jalan, apalagi saat musim hujan jalan yang bergelombang tergenang air dan sangat membahayakan pengendara. Oleh karena itu untuk meminimalisir tingkat kecelakaan di jalan diperlukan lampu penerangan jalan yang cukup, salah satunya lampu bertenaga matahari yang lebih efisien, hemat dan ramah lingkungan yang dapat di aplikasikan di pedesaan yang kurang akan penerangan khusunya pada malam hari.

Semoga ide dari saya tersebut dapat di terapkan, walaupun lampu tenaga surya sudah banyak sekarang ini dan bukan penemuan yang baru, tetapi kenyataannya lampu tersebut tidak banyak ditemui di pendesaan. Ide ini dibuat untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Mutu Terpadu.



0 komentar :

Post a Comment